Aku di Panggil Ibu
Apakah salah kalau tidak ingat kapan pertama kali di panggil Ibu. "Ibu" kata special keluar dari buah hati yang baru mempratikkan bahasa dari mulutnya. Saya lupa pada saat apa, dan usia berapa bulan. Suara yang keluar dari mulutnya menyebut "ibu" menjadi momen terbaik yang dilupakan detil waktunya dan saat sedang apa.
Kata orang - orang lebih mudah menyebut ayah. Membuka mulut mengeluarkan suara A. Terucaplah panggilan itu Aayaaah. Kata Ibu tampaknya harus lebih dicerna di pendengaran dan membutuhkan usaha memuncungkan mulut untuk mengeluarkan bunyi huruf i dengan proses bibir agak ditarik kiri dan kanan, tambah huruf b dimana mulut harus ditutup dan u dengan bibir dimuncungkan.
Hari ini pada usia tiga tahun lewat tujuh bulan, kata ibu meluncur hampir setiap saat dari membuka mata hingga tertidur. Ibu, panggilan kebahagiaan ketika benar -benar disebut oleh sang anak. Namun ketika sudah puluhan kali dalam satu hari, stok sabar bisa menipis. Perlu kesabaran dan menggunakan intonasi yang baik dalam merespon panggilan Ibu, karena Ibu adalah tempat teraman untuk anak mencurahkan segalanya. Memberi bentakan akan memberi luka pada manusia baru padahal anak balita hanya tahu sangat menyayangi ibu dan ayahnya. Anak memberikan cinta tanpa syarat tidak tahu apa itu sempurna atau tidak sempurna.
Saking besar dan butanya cinta dari buah hati, dia memanggil Ibu terus menerus setiap saat dan selalu ingin bersama ibu. Bagaimana jika diterapkan kepada sang Pencipta Allah Swt. Kasih dan sayang juga diberikan tanpa batas dari Allah Swt. Sudah sewajibnya kita selalu setiap saat menyebut dan berzikir nama mulianya Allah Swt.
#30DWCJilid40 #day8 #