Genesis (Start) Chapter I

        Sekitar kurang lebih 2 minggu lalu saya melaksanakan cuti tahunan 10 hari. Saya cuti mengajak anak saya ke kota tempat suami saya bekerja dan berencana kerumah mertua. Cuti yang diidamkan adalah bersenang - senang, jalan -jalan dan bersilaturahmi mempertemukan anak saya dan para sepupunya yang seusia. 

        Cerita yang terjadi adalah anak saya terjatuh dari meja, lipatan kaki kanan antara bagian paha dan lutut tergores cukup dalam dan berdarah. Biasanya ketika terluka karena jatuh, dia akan meraung- raung kesakitan. Kali ini dia menahan sakit dengan menggidikan badan dan makin memeluk erat saya yang menggendongnya. Hati saya merasakan penyesalan yang dalam karena tidak bisa menjaganya. 

        Semalaman dia merasakan kesakitan. Suhu tubuhnya menunjukkan tanda akan demam. Saya sudah memberikan obat kulit untuk lukanya. Untuk obat penahan sakit semacam paracetamol dosis kecil tidak berhasil saya berikan. Dia segera dimuntahkannya setelah masuk mulut. Paginya suhu tubuhnya makin meninggi hingga 39 derajat. Belum sembuh luka sakit terjatuh dan demam, datang sakit lanjutnya yang menghampiri. Dia muntah - muntah dan berikutnya mengalami mencret - mencret. Dia sakit selama satu minggu. 

        Cuti yang saya harapkan adalah kesenangan dan kegembiraan berubah menjadi latihan kesabaran dengn menghadapi rewelnya anak saya dan traumanya untuk berjalan karena merasakan sakit kaki. Saya mengharap akan merasakan momen terbaik saat cuti namun yang terjadi adalah kecemasan, kesedihan, penyesalan, kekesalan dan harus bertindak sabar

        Saya merenungkan lagi, memang ini adalah episode yang harus saya jalani secara langsung. Saya berdialog sendiri dalam hati dan menghayal bahwa Allah SWT akan bilang "ini cuma saat ini saja, masih banyak moment terbaik yang sudah kamu rasakan, kalau kamu sabar kamu naik kelas". Saya harus mengambil makna dari momet yang saya anggap buruk ini.  

        Moment terbaik adalah moment yang ketika dikenang menjadi ingatan berharga. Membuat merasa bangga sudah melaluinya. Ketika merewind di kepala akan mengalir rasa bahagia. Pada akhirnya akan membuat perasaan bersyukur atas apa menimpa kita, baik atau buruk kejadian tersebut. Tidak setiap hari yang dijalani hari sial, jelek, membuat kecewa, marah dan jengkel. 

        Selalu akan ada hari cerah.Langit biru, matahari bersinar penuh vitamin, endorphin keluar,  dan hati menjadi lega dan bahagia. Kita akan sangat suka hari itu dan mengingatkan dengan senyum atau tawa riang gembira, senang. Kita dapat mencoba memiliki sikap menikmati setiap detik kejadian meski baik dan buruk. Karena yang buruk akan menjadi cerita terbaik bagaimana menghadapi momen tersebut. 

        Moment akan terasa berharga ketika sudah berlalu. Kadang yang direncanakan juga akan berbalik keadannya, padahal ingin merasakan kejadian luar biasa dan menggembirakan. Namun yang terjadi tidak seperti bayangan rasa yang diinginkan.

        Inilah rencana menulis saya pada 30DWC Jilid 40 ini. Moment yang terjadi pada masa lampu di memori saya dan moment terbaik dan tertidak enak di tahun 2022. 

#30DWCJilid40 #day1

Postingan populer dari blog ini

Aku di Panggil Ibu